Selingkuh: Antara Kecewa dan Memaafkan

Standar

Para ahli menyebutkan selingkuh merupakan ancaman terbesar pernikahan. Sebuah penelitian menunjukan banyak orang melakukannya, dan hanya sedikit yang tidak melakukan. Tapi tahukah anda bahwa tidak sedikit perempuan yang merasa bangga berselingkuh. Jadi, sebenarnya laki-laki dan perempuan sama saja untuk urusan selingkuh. Tidak peduli mereka cantik, cerdas, kaya, lucu, sukses atau tidak percaya pada pasangan.

Yang jelas, selingkuh memang tidak mengenal faktor jenis kelamin. Selingkuh membuat rusaknya hubungan pasangan kekasih atau suami isteri dan meninggalkan rasa sakit hati. Juga perasaan malu, benci, marah dan banyak lagi. Akibat perselingkuhan, hubungan bisa bubar. Tapi ada juga yang berprinsip, yang lalu biarlah berlalu dan mereka bersatu kembali membangun hubungan.

Toh, apapun dampak dari perselingkuhan, tetap saja itu sebuah peristiwa yang pernah terjadi. Kita tidak bisa lari dari kenyataan tersebut. Yang harus kita lakukan melakukan introspeksi diri. Bahwa itu salah. Enough.

Sebuah diskusi singkat mengenai mengapa dan bagaimana perselingkuhan bisa terjadi baru-baru ini dipublikasikan Aquarius Dubai melalui Gulfnews. Diskusi itu menghadirkan pakar psikoterapi Aamnah Husein, Maria Chatila dan Evelyn Heffermehl. Berikut ini beberapa kutipan dari diskusi tersebut.

Peserta
Orang-orang rentan melakukan perselingkuhan karena alasan jauh dari teman, keluarga dan kelompok-kelompok sosial yang dekat.

Aamnah menjawab, “Perselingkuhan memang terjadi di mana-mana. Tapi fenomena sekarang ini, banyak orang yang memang teralienasika ndari hubungan sosial mereka sehingga mereka merasa sendiri. Nah di tempat-tempat pekerjaan bertemu dengan seseorang yang cocok, lalu ngobrol, curhat dan akhirnya terjadi perselingkuhan.

Apakah perselingkuhan lebih banyak dilakukan laki-laki atau perempuan?

Peserta
Sepertinya memang kaum lelaki yang lebih banyak membohongi wanita. Kira-kira faktor apa yang membuat hal itu terjadi?

Pakar
Menurut Maria, “Sebenarnya, keduanya ya sama-sama selingkuh. Meskipun laki-laki memang juga paling berpotensi memulai perselingkuhan itu, tapi kan karena wanita juga membuka diri untuk itu. Jadi siapa menjebak dan siapa terjebak tidak jelas lagi. Apalagi selain di kantor, sekarang ini banyak media sosial yang membuka ruang bagi setiap orang untuk juga berselingkuh. Hingga akhirnya timbul penyesalan.

Menyesal berselingkuh? Lalu apa yang harus dilakukan?

Peserta
Saya punya pengalaman buruk, tunangan saya ketahuan berselingkuh beberapa bulan sebelum menikah. Sejak saat itu saya berpikir semua laki-laki –kecuali ayah dan saudara saya—itu memang tukang selingkuh. Ya akhirnya waktu saya dapat pasangan lagi, saya pun melakukan hal yang sama. Berselingkuh.

Pakar
Maria bilang, “Anda ini aneh. Dendam terhadap masa lalu dan terus berhubungan dengan hantu masalah. Padahal, hubungan anda sendiri sudah berakhir. Seharusnya, anda memaafkan dan sudah selesai sampai di situ. Tapi ini tidak berarti bahwa itu harus dilupakan. Jadi sebenarnya persoalan ini sejauh mana anda sendiri mampu menyembuhkan rasa sakit hati tersebut. Caranya ya beristirahat dan meyakinkan diri bahwa hal-hal menyakitkan seperti itu sudah berlalu dan tidak akan terulang lagi.

Apakah mungkin bisa sembuh dari ’luka’ perselingkuhan?

Peserta
Saya lebih mengakhiri hubungan untuk menyembuhkan luka itu. Bagi saya itu sudah cukup. Ini bukan persoalan saya lemah. Tapi ini juga merupakan upaya mempertahankan cinta denga cara yang lain.

Pakar
Menurut Evelyn, “Mengakhir hubungan dengan pasangan sebenarnya sebuah upaya lain membangun hubungan lebih dekat dengan pasangan dalam bentuk yang berbeda.

Aamnah mengatakan, “Menyembuhkan diri dari rasa sakit hati akibat perselingkuhan itu tidak mudah. Ibaranya seperti menembus dinding tembok yang tebal. Meski demikian, pasti bisa sembuh dan membangun hubungan yang lebih baik lagi dengan pasangan. Tapi ya itu tadi, kuncinya saling memaafkan. saling berbagi kasih sayang dan berempati. Jika ini bisa dilakukan, saya kira ini luar biasa.

Maria berpendapat, “Coba tanyakan pada diri sendiri, ‘Apa sih yang dibutuhkan hubungan kita? Apa hubungan seperti sebelum perselingkuhan? Hubungan yang mengantarkan ke perselingkuhan? Apa hubungan sekarang? Apa butuhkan sekarang?”

Aamnah mengatakan, “Juga, apa yang Anda butuhkan sekarang untuk diri sendiri? Apa yang Anda butuhkan untuk melihat, melakukan, dan merasa dalam rangka untuk memulihkan?”
Apakah sebuah kesalahan saya?

Peserta
Ketika suami saya berselingkuh, saya berpikir banyak perempuan juga yang melakukan hal yang sama. Hingga saya pun berselingkuh dengan laki-laki lain. Apakah ini sebuah kesalahan?

Pakar
Maria mengatakan, “Kadang-kadang kita berpikir melakukan sesuatu yang benar untuk diri kita sendiri, tapi sebenarnya kita hanya mengulangi peristiwa yang sama. Jadi sebenarnya salah satu cara agar kita bisa sembuh dari rasa sakit itu bukan dengan membalasnya berselingkuh, tapi kembalikan ke diri kita sendiri. Kita letakkan di mana harga diri kita jika kita melakukan hal sama yang jelas-jelas itu salah.

Peserta
Ya teorinya memang seperti itu. Tapi bagaimana kita bisa melakukannya di saat hati kita juga kecewa?

Pakar
Evelyn menjawab, “Persoalan luka hati itu satu hal. Dan menjadi korban itu hal lain. Jadi kata kuncinya tetap untuk memahami secara jernih masalah yang muncul, lalu cobalah merenung sampai pada kesimpulan berpisah atau tetap melanjutkan hubungan.
Bagaimana memaafkan perselingkuhan?

Peserta
Ada banyak alasan untuk tetap membangun hubungan. Apalagi jika suami merupakan menunjukan diri sebagai sosok yang baik. Tapi apakah hubungan ini akan terus berlanjut? Ini persoalan hati untuk memaafkan tadi.

Pakar
Maria berpendapat, “Jika Anda telah membuat keputusan untuk terus melanjutkan hubungan itu, langkah yang baik adalah dengan bernostalgia bersama-sama. Ini adalah cara yang baik untuk menyembuhkan dan itu adalah cara yang sangat sukses untuk memulai memaafkannya. Memahami bahwa ia memiliki kebutuhan untuk saling mengisi. Bicaralah padanya untuk mencoba memahami apa yang sedang terjadi pada saat itu
Waspadai hal-hal berikut ini

1. Percayalah denga insting Anda. Jika Anda merasa suami atau pasangan berselingkuh, kemungkinan besar dia memang melakukannya.

2. Berselingkuh biasanya merupakan gejala dari sesuatu yang lain yang salah dalam hubungan. Jika pasangan Anda telah berselingkuh, jangan menempatkan diri menjadi korban, tapi cobalah cari tahu hal apa yang menyebabkan pasangan anda berselingkuh.

3. Banyak orang yang melakukan konseling setelah terjadi perselingkuhan. Padahal yang benar membangun komunikasi secara baik dengan pasangan sebelum perselingkuhan itu benar-benar terjadi.

Studi Kasus 1
Saya tidak ingin meninggalkan suami saya meskipun dia telah mengkhianati saya. Saya mencintainya dan saya tahu dia juga mencintai saya. Tapi saya tidak bisa melupakan sepenuhnya perselingkuhan itu. Akibatnya saya kadang bersikap kasar sama suami. Padahal saya ingin berbuat baik seperti dulu.

Saran Pakar
Masa lalu masih terus ada dalam hubungan Anda dan kehadirannya yang berat ke bawah. Sikap anda yang keras itu sungguh tidak biasa dalam hubungan, dan itu sangat berbahaya karena bisa menghancurkan pernikahan. Saya sarankan Anda dan suami Anda duduk bersama untuk sama-sama mengakui bahwa pernah terjadi rasa sakit hati dan kekecewaan. Setelah itu berpikir positif untuk kembali membina hubungan yang lebih baik.

Kasus 2
Saya berselingkuh, saya merasa sebagai pembohong. Saya pacari pria yang sudah menikah. Saya benci dengan semua ini. Tapi saya juga ingin membangun hubungan yang baik, saling percaya denan pasangan.

Saran Pakar
Aamnah berpendapat, “yang harus anda lakukan adalah percaya bahwa cinta itu ada. Kepercayaan itu ada. Lalu memaafkan diri sendiri untuk tidak melakukan hal yang sama. Kalau anda meraya yakin dengan cinta dan kepercayaan itu, saya yakin masa lalu akan terkubur dan tidak terulang lagi”.

Sumber: tunaskreativita.blogspot.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s